Senin, 27 Desember 2010

puisi

 Air Mata Duka

Ketika cahaya itu pergi
Meninggalkan sinar redup
Berlenterakan lilin kecil
Menemani kegelapan yang hadir
Air keruh berkubang
Menghiasi lubang menganga
Tercampur debu kotoran
Terikil yang terlindas

Mataku terpejam
Terlarut dalam duka
Bersama luka yang terdapat
Air mata dukakupun tercipta

Luluh, runtuh tak terbendung dan tertahan
Tertuang dalam duka dan luka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar