Kamis, 30 Desember 2010

PUISI

Kisah Biru

Seiring Waktu Berlalu
Menyertai Kisah Berliku
Dalam Cinta Yang Membiru
Di Genangan Lautan Rindu

Kepak Sayap Berpadu
Lingkaran Kasih Menyatu
Butiran Rindu Memburu
Asmara Hati yang baru

Aku Malu,...
Aku Baru,...
Aku Mau,...
Aku Lugu,...
Aku Haru,...
Aku Rindu,..
Kisah  Biru Telah Menyatu Di Hatiku

PUISI

 MAWAR HATI

Mawar, Merahmu Mengagumkanku
Mawar, Harummu Menentramkanku
Mawar, Bentukmu Memiliki Arti
Mawar, Rumpunmu Tak Akan Pernah Mati

Mawar, Adakah Lagi Indahmu
Mawar, Kemana Lagi Gayamu
Mawar, Aku Ada Untukmu
Mawar, Ku Selalu Menantimu

Mawar, Engkau Adalah Nafasku
Mawar, Engkau Adalah Jiwaku
Mawar, Engkaulah Hatiku
Sampai Kapanpun Aku Di Sini Untukmu

Rabu, 29 Desember 2010

LAGU

Untuk Dia

Kutanam kembali.............
Bunga itu

Walau layu................

...
Kuyakin bersemi.............
Karena dahulu aku tahu..........
Bunga itu Indah dan bersemi................
Untuk dia
kutanamkan kembali.......
Untuk dia bila
bunga bersemi.......
Sampai nanti
kuakhiri.......


Tangisan di hati kuakhiri........


Bila bunga Bersemi kembali...........

PUISI

Perih

Tanah Terpijak Bumi Meratap
Kais Berderu Meninggalkan debu
Langit Terbentang Gunung Menjulang
Seperti Jiwa Mati tersapu

Bantaran Sungai Di Tepi Jalan
Bongkahan Batu Tersusu Rapi
Kasat Mata Terhalang Jalan
Tertutup Hati Mencari Sunyi

Ada Jiwa Di Atas Api
Menghilang duka Bersama Janji
Meratap Perih Berlama Diri
Terpecah Sudah Ikrar Nan Suci

PUISI

Rindu

Hening Pagi Menemani
Langkah Kaki Yang Pasti
Segar Udara Menyelimuti
Di Kesunyian Aku Bernyanyi

Kelam Malam Berdentang
Suara Burungpun Tak Datang
Kisah Usang Sang Dalang
Menceritakan Kisah Perang

Adakah Lagi Lagu Baru
Menemani hatiku Yang Beku
Teriring Salam Untukmu
Wahai Kekasihku Yang Selalu Ku rindu

PUISI

Bumi Terpijak

Semilir Angin Meronta
Menggoda Seisi Cakrawala
Mengkais Dataran Yang Rata
Dalam Irama Nafas Tertata

      Sejuk Embunpun Menghampiri
      Mengikuti Langkah Berlari
      Menemani Pagi Berseri
      Bersama Waktu Yang Tak Pasti

Aku Masih Tetap Berdiri
Berdamping Pandangan Sunyi
Indah Hati Bernyanyi
Lagu Merdu Ibu Pertiwi

PUISI

Lentera Hati

Kau Mentariku
Bagaikan Lentera Hatiku
Kau Sinarku
Menerangi Kegelapan Hidupku

Kau Bungaku
Ibarat Taman Keindahanku
Kau Harumku
Memberikan Wangi Sanubariku

Kau Takkan Pernah Hilang
Dalam Bayang Yang Kelam
Kau Akan Selalu Datang
Di Tengah Kegelapan Malam

Terima Kasih Cinta Kau Temani Ragaku
Dalam Sukmaku Yang Terkubur Kaku

Selasa, 28 Desember 2010

PUISI

Senandung Rindu

Melati dimanakah harummu
Melati tak ada lagikah senyummu
Aku di sini menghirupmu
Aku selalu menantimu

Melati Dimanakah Engkau Berada
Melati Kemanakah Engkau Berlalu
Aku Tak Akan Pernah Lupa
Aku Senantiasa Menunggumu

Kusenandungkan Lagu Untukmu
Dalam Rindu Yang Terbelenggu
Tak Adakah Salam Untukku
Bersama Alunan Sang Bayu

Senandung Rindu Selalu Untukmu
Sampai Maut Menjemputku

PUISI

            LOVE

Cinta kau berikan cahaya
Cinta kau terangkan dunia
Cinta kau sahabat hatiku
Cinta kau sahaya jiwaku

Cinta kau tanamkan rindu
Cinta kau berikan lagu
Cinta aku tuanmu
Cinta aku pangeranmu

Ohh cinta aku menunggumu
aku menantimu.........
Di penghujung waktu yang telah tertentu

Senin, 27 Desember 2010

THE BEST OF PRINCES

Senja Kelabu

Aku berdiri menyendiri
Menepi menyisir sepi
Menepis kegalauan hati
Dalam senja yang sunyi

Engkau telah pergi
Berlalu dan membisu
Tanpa pamit diri
meninggalkan kelabu di diriku

Masih memerah gundukan tanah
Banyak sudah taburan bunga
Engkau terdiam tak melangkah
Dalam makam tak bernama

Senja kelabu telah berlalu
Meninggalkan duka yang membisu

puisi

 Air Mata Duka

Ketika cahaya itu pergi
Meninggalkan sinar redup
Berlenterakan lilin kecil
Menemani kegelapan yang hadir
Air keruh berkubang
Menghiasi lubang menganga
Tercampur debu kotoran
Terikil yang terlindas

Mataku terpejam
Terlarut dalam duka
Bersama luka yang terdapat
Air mata dukakupun tercipta

Luluh, runtuh tak terbendung dan tertahan
Tertuang dalam duka dan luka